Note :
1. Walaupun Oprah Winfrey gak bisa B. Indonesia, tapi berhubung yang akan membaca postingan ini adalah orang-orang Indonesia, akhirnya gue memutuskan untuk membuat surat ini dengan Bahasa Indonesia aja *padahal mah emang kemampuan bahasa Inggris yang pas pas-an dan cuman bisa buat gaya doang…hihihi…*
2. Dan untuk kenyamanan gue dalam bertutur, walaupun gue dan Oprah Winfrey berbeda kasta, gue juga memutuskan untuk menggunakan lo - gue aja. Mohon maap sebelumnya apabila ada pihak-pihak yang merasa tersinggung. Tidak ada maksud sedikitpun untuk bersikap kurang sopan.
Bandung, 12 November 2011
Dear Miss Winfrey,
Gue merupakan penggemar berat Talk Show Oprah Winfrey sejak lama. Sayang sekali di Indonesia talk show tersebut hanya ditayangkan 2 kali seminggu saja. Untunglah sejak berlangganan TV kabel, akhirnya gue bisa menyaksikan lo sebanyak 3 kali sehari, walaupun banyak yang di re-run dari season sebelumnya.
Setiap kali menonton talkshow lo gue selalu merasa mendapatkan pelajaran yang berharga . Ada beberapa episode yang sangat berkesan dan masih membekas dalam hati gue sampai saat ini.
Girl Power – Find your own strength
Lo selalu meng-edukasi para penonton wanita lo untuk dapat menemukan kekuatan yang tersembunyi. Gue ingat lo pernah mengangkat suatu tema mengenai hubungan yang tidak sehat. Pada saat itu lo mewawancarai seorang istri yang telah bertahun tahun dianiaya oleh suaminya baik secara fisik maupun mental. Tapi anehnya sang istri masih tetap bertahan dalam hubungan tersebut. Pada saat itu alasan standard sang istri adalah anak anak.
Ia memutuskan untuk tetap bertahan karena tidak tega melihat anak anaknya apabila harus kehilangan sosok ayah.
Sebagai seorang ibu, walaupun gue tidak dapat menerima pernyataan tersebut, tapi kurang lebih gue dapat memahami perasaannya. Tapi pada saat itu, lo mengeluarkan sebuah pernyataan yang sangat menohok dan membekas di hati gue sampai saat ini.
Waktu itu lo mengatakan, apabila lo bertahan dalam hubungan yang buruk seperti ini demi anak anak lo, trus lo pikir ajaran macam apa yang sedang lo berikan untuk mereka? Ketika lo membiarkan diri lo disiksa seperti ini oleh ayah mereka, itu artinya lo sedang mengajarkan kepada anak perempuan lo, untuk membiarkan dirinya diperlakukan seperti ini oleh suaminya kelak. Dan lo juga sedang mengajarkan anak lelaki lo, bahwa lo harus memperlakukan perempuan dengan cara seperti ini. Gebugin aja!
Dan kemudia mereka juga akan mengajarkan hal yang sama kepada anak cucu mereka nantinya. Dan pada akhirnya mereka akan terjebak dalam satu lingkaran setan. Hanya diri lo sendirilah yang bisa mengubahnya. Dan itu butuh keberanian. Butuh kekuatan.
Pernyataan tersebut sangat berkesan dihati gue dan membuat gue menyadari bahwa, anak adalah cerminan orang tua. Anak melihat tingkah laku orang tuanya dan kemudian secara tidak sadar menyimpannya dalam hati mereka. Sehingga gue selalu berusaha untuk bisa menjadi teladan yang baik untuk anak anak gue.
Transgender
Disini gue bukannya mau ngomongin bencong lampu merah, yang disuntik silikon trus suka menjajakan diri ya…transgender itu beda…
Isu transgender memang masih sangat sensitive di Indonesia. Belum banyak kaum transgender yang mau membahas masalah ini karena masih malu dan dianggap aib. Banyak dari mereka yang dianggap hanya sekedar gay atau bencong. Sehingga ketika lo membahas tentang ini, gue merasa wawasan gue bertambah luas dan mendapat ilmu yang sangat berharga.
Kaum transgender merasa bahwa mereka dilahirkan dalam tubuh yang salah. Jiwa mereka lelaki, tapi dilahirkan dalam tubuh perempuan, demikian pula sebaliknya. Para scientist menyatakan bahwa memang ada sedikit kesalahan dalam keseimbangan hormone mereka. Bahkan ada beberapa dari mereka yang memiliki 2 alat kelamin. Sehingga pada akhirnya mereka harus memutuskan, mana yang lebih dominan. Dan pergulatan mereka membuat gue sangat terenyuh.
Transgender bukanlah pilihan! Mereka tidak memilih untuk menjadi seperti itu.
Episode tersebut membuat gue untuk lebih membuka mata hati gue tentang banyak hal. Dan pelajaran terbesar yang gue terima pada saat itu adalah, gue belajar untuk tidak menghakimi.
Sexual abuse
Lo cukup sering membahas mengenai sexual abuse dalam talk show lo. Tapi episode yang membuat gue paling merinding adalah ketika lo membahas tentang pedophilia. Orang yang memiliki ketertarikan seksual kepada anak kecil. Korbannya biasanya berusia sekitar 5 sampai 11 tahun.
Gue punya 2 orang anak, dan jujur saja, membahas tentang hal ini membuat gue sangat takut.
Pada episode tersebut lo membahas bahwa para pedophile, biasanya bukanlah orang asing, Dan kejahatan mereka jarang terbongkatr karena biasanya para pelaku adalah orang yang dekat dan ada disekitar kita. Hal itu membuat gue menjadi lebih waspada *bukan suudzon lho ya, hanya waspada*, karena selama ini kita selalu mewanti wanti anak kita untuk hati2 hanya kepada orang asing saja.
Pada saat itu lo mewawancarai seorang mantan pedophile yang pernah meng-abuse anak tirinya. Dan ketika dia mnceritakan trik dan strateginya dalam mencari mangsa, gue menjadi tambah merinding.
Para pedohile adalah pembujuk ulung. Gue tidak menggunakan kata merayu atau menggoda karena kedua kata itu berkesan seksual. Mereka membujuk/persuade calon mangsanya dengan cara sering memberikan perhatian atau hadiah2 kecil berupa permen, coklat dll. Kemudian diawali dengan kontak fisik yang sifatnya tidak kentara seperti gemar menggelitik perut, bermain gulat, kejar kejaran yang diakhiri oleh pelukan. Sehingga ketika mereka memulai ‘move’ nya ke dalam bentuk lain yang sifatnya lebih seksual sang korban *dalam hal ini anak kecil yang kemungkinan berusia 5 tahun* mereka biasanya tidak menyadarinya. Atau mungkin mereka merasa tidak nyaman, tetapi TIDAK BERANI menolak.
OH MY GOD *gue parnooooo…*
Sekali lagi gue waspada, tapi tidak suudzon lho ya. Gue mencoba meng-antisipasi nya dengan cara mewanti-wanti kepada Kayla, bahwa TIDAK ADA seorang pun yang boleh menyentuh bagian tertentu dalam tubuh kamu lho ya. Kecuali kalo lagi dibersihin ama mama, atau dicebokin, atau dst. Dan kalo ada yang seperti itu, harus langsung bilang mama. Gue pun selalu membiasakan Kayla setiap kali memakai rok, didalamnya pakai celana pendek atau short. Dan sebisa mungkin gue juga melarang Kayla untuk buang air di rumah temannya. Kalau mau pipis pulang dulu aja. Dan kalo terpaksa pipis di rumah orang lain, pintu kamar mandi harus ditutup dan buka celananya harus didalam kamar mandi. *kadang anak kecil bukanya dimana, pipisnya dimana*
Pokoknya hal-hal kecil seperti itu laaah…
Terima kasih Oprah, karena telah membuat gue lebih aware dengan keselamatan anak anak gue.
Open your heart
Terkadang kalo nonton talk show atau berita, gue sering merasa terganggu dengan presenter atau host nya yang *menurut gue* gak sopan. Gue sering melihat wawancara, dimana host nya merasa jauh lebih pintar dari nara sumber. Sering memotong kalimat dan terkesan tidak mendengarkan jawaban dari nara sumber. Pertanyaan yang diajukan pun seringkali bersifat menjurus sehingga terkesan menjadi sebuah introgasi. Dan seringkali mereka menjadi debat sendiri. Pusing gue nonton acara kayak gitu.
Tapi gue tidak melihat hal tersebut dalam talk show lo. Pada awalnya gue sedikit heran. Lo mewawancarai berbagai macam orang, mulai dari selebriti, politikus, orang biasa, bahkan pembunuh, atau pemerkosa. Tapi anehnya, mereka semua merasa nyaman diwawancarai oleh lo. Sebagai penonton gue melihat bahwa mereka benar benar memberikan jawaban yang tulus dan sebenar benarnya. Gue bisa rasakan itu.
Tadinya gue bingung, gimana caranya lo bisa membuat seorang pedophile mau membongkar dan menceritakan tentang kejahatannya sendiri secara mendetail di depan banyak orang? Gimana caranya lo bisa membuat seorang istri mau menceritakan dengan gamblang tentang bagaimana dia disiksa oleh suaminya?
Dan gue sudah ketemu jawabannya.
Itu karena lo mewawancarai mereka dengan hati yang tulus, tanpa prasangka dan tanpa menghakimi. Lo memperlakukan mereka*bahkan seorang pembunuh sekalipun* sebagai layaknya seorang manusia biasa tanpa prejudice. Sehingga sebagai timbal baliknya mereka rela untuk memberikan sebuah kejujuran. Bahkan seseorang dari mereka pernah berkata, diwawancarai oleh lo, layaknya seperti mengobrol biasa disofa dengan seorang sahabat dekat.
HAnya seseorang yang mempunyai hati yang besar lah, yang mampu melakukan hal itu.
Oprah Winfrey Show telah 25 tahun mengudara, dan berakhir di bulan Mei 2011 kemarin. Gue seperti kehilangan seorang teman.
Thank you Oprah, you’re my inspiration!
“Postingan ini diikutsertakan dalam Kontes Dear Pahlawanku yang diselenggarakan oleh Lozz, Iyha dan Puteri” (Link harus hidup)

sosok Oprah juga sangat menginspirasi saya Bi, apalagi mengetahui bagaimana masa kecilnya dulu, tak sangka Oprah seperti sekarang, dan menurutku, dia menularkan banyak sifat positif bagi orang lain.
sukses kontesnya ya Bi
[Reply]
ninggal sendal dulu
[Reply]
Mb”Erry…. Setuju bangat tu Oprah Winfrey T.O.P B.G.T….
Smg sukses ya Mb”Erry kontesnya… Amiin
[Reply]
yeap, gw setuju kalo oprah itu seseorang yg sangat inspiratif.
sangat layak disejajarkan dengan madam theresa, nelson mandela dll (imho)
btw, transgender itu bukannya perubahan jenis kelamin? trans n gender?
cmiiw, tp yg gw tau trans gender itu malah org yg “merubah” jenis kelaminnya.
[Reply]
mbak Erry link sponsornya jangan lupa ikut dipasang ya.. saya laporin Iyha Winfrey nanti loh
[Reply]
ah yaaa… Oprah Winfrey selalu memberi inspirasi ya mbak.. terutama bagi kaum wanita dan kaum minoritas ya mbak.. luar biasa sosok Oprah ini.. selain berhati besar juga Oprah punya “aura” yg membuat org lain, siapapun dia, nyaman berbincang dengannya…
sukses kontesnya, mbak Erry
[Reply]
Baca tulisanmu..sangat memotivasi gue untuk terus berkarya.
[Reply]
iya, waktu denger Oprah mau habis rasanya sedih dan amaze juga ada acara talkshow bisa bertahan sebegitu lamanya.
yup, setuju sama Mbak erry Oprah memang inspiratif
oh iya, sukses buat kontesnya yah Mbak
[Reply]
Wah Oprah emang keren banget yak
cuma aku jarang liatnya, yang paling diinget itu episode tentang bullying di sekolah yang berakibat korbannya sampai bunuh diri
sama wawancara Oprah sama J. K. Rowling
[Reply]
Tapi episode yang paling fenomenal menurut saya adalah …
Reuni Pemeran the Sound Of Music …
(after 45 years kalo tak salah)
Itu something banget
Itu somethink banget !!!
Salam saya Nchie
[Reply]
om ini bibi, bukan nchie, emak2 datang..hehe
teh erry, muaah, kangen deh baca tulisan2 lo yang ah bikin gue merasa plong, bahasa lo gitu loh.
pu juga suka oprah dan emang gaya bicaranya enak banget, tenang2 gimanah gitu sehingga di setiap episode selalu menarik. makasih ya teh udah ikutan dear pahlawanku.
[Reply]
oprah memang bener TOP BGT dehhh
[Reply]
Sepakat Bi, dia tuh bener2 tulus ya, makanya si narasumber bs jawab jujur..
[Reply]
Beberapa episode Oprah bisa membuat saya meneteskan air mata Ry, saya juga bingung kok bisa ya empati itu ditularkan lewat layar kaca…
[Reply]
Errrryyyyyy….masa postingnya cuman buat kontes doang…hihihi…ayo, ayo…drama korea dan tv kabel itu dipending dulu, kangen nih dengan cerita-cerita keseharian yang ditulis disini…
[Reply]
Buat saya, yang paling berkesan adalah edisi ulang tahun Oprah…duuuuh, segitu banyaknya ya orang yang menyayangi dia, jadi pengen kayak Oprah deh…
[Reply]
Hi Mba Erry… lama gak ke sini…
bicara soal Oprah, ketika tau talk show-nya akan habis tayangnya.. saya pun ikut sedih.. ya nggak sedih lebay sih.. tapi ikut merasa kehilangan. Karena di setiap episodenya punya poin tertentu yang bisa diambil.
gak melulu hal2 yang ‘berat’, bahkan paling suka saat Oprah ngasih kejutan2 untuk audience nya.
anyway, i like this post a lot
[Reply]
Aduuuuuuh, yang ngerapel komen, makasih ya Ry, jadi terharu…
Saya sebenernya udah siap banget mau nulis komen lagi disini, tapi gimana dong, miss Oprah itu kan udah dikomenin, solusinya cuman satu…Erry bikin posting baru…ayo, ayo…cerita tentag apa aja deh, kalo Erry yang nulis, pasti jadinya menarik
[Reply]
suratnya keren..sekali…
oprah emang keren ya…
apalagi sejak dia berskype ria..
aku juga suka nonton oprah..
[Reply]
he he he…
makasih ya mbak, dapat rapelan komment di blogku, hi hi hi hi..
anyway… baca postingan ini dulu…
[Reply]
Wah… tulisan yang berisi banget..
Mantep..
semoga menang kontesnya mbak err…
btw, apa kabar fathir dan kayla? Ati2 jangan kebanyakan nonton drama korea mbak, nanti idupnya jadi mellow abis :p
[Reply]
saya belum pernah sekalipun nonton operah ini dari awal sampai selesai, tapi membaca surat ini saya percaya bahwa acara ini cukup bagus dan banyak memberikan informasi bermanfaat.
Semoga sukses di kontes, Mbak.
[Reply]
berkunjung sob..salam kenal..sukses ngeblog-nya..:)
[Reply]
Sampe acara Oprah itu buyar, kok belum sekalipun ya saya nonton, pinjem TV Kabelnya dong MBak..
[Reply]
Sosok yang sangat menginspirasi ini, memang layak disebut pahlawan ya mbak..
sip… memilih tokoh yang hebat untuk dibuat cerita yang hebat pula..
-artikel sedang dinilai-
[Reply]
Kalau saya nonton oprah…tergantung dari pokok pembahasannya aja….tapi yg paling gw suka waktu ulang tahun Harpo…semua karyawan dapat liburan gratis ke hawaii
[Reply]
saya sering banget liat oprah di metrotv
[Reply]
Hellow Om Nh…
kayanya salah tuh..
ini blognya Bibi ..
Hhee..
[Reply]
wah aku juga suka tuh bi..
cuma ga pernah rutin mantengin si Oprah..
Oh udah ga ada ya sekarang..
*ketinggalan info*
[Reply]
mbar errrr, lumt-lumut di blog sudah saya sikat
surat yang keren mbak, kontes rupanya. smoga menang ya..
btw, saya baru tau itu acaranya Oprah udah nggak tayang, sekarang udah jarang nonton mbak
[Reply]
biarpun baru bisa bhs inggirs, aku cuma mau bilang “Great” hhe, hebat udah berani menulis surat tsb
[Reply]
emank sosok pahlawan tanpa tanda jasa yah
[Reply]