Cerbung…

25 Jan 2011

Jadi ceritanyaaaaa…

Gue lagi dipaksa diajakin mba Iyha untuk bikin cerita bersambung niiiiih…

Supaya bisa mengerti keseluruhan jalan ceritanya….

Silahkan klik postingannyA mba Iyha yang ini yaaaa…untuk membaca part 1 nya

Oya, selain gue yang kedapetan PR untuk melanjutkan cerita tersebut,

Putri dan Aim - Acacicu juga mendapat tugas yang sama untuk melanjutkan part 2 nya…

*udah pada ngerjain belon ya???*

Jadi akan ada 3 versi yang berbeda nantinya…

Jadiiii….

Silahkan membaca part 2 versi gue yaaaaa…

====================================================================

Di Musholla kecil tersebut, beberapa orang anak sedang asyik mengobrol sembari asyik bersenda gurau karena Pak Uju, Guru mengaji sekaligus marboth musholla telah selesai menunaikan tugasnya.

Rama, anak lelaki yang berusia 7 tahun, berkulit sawo matang dan berambut ikal, tampak berceloteh dengan penuh semangat. Nanti malam saya mau ke Pasar Malam lho, Bapak sudah janji!, ujarnya.

Teman-teman Rama menanggapi ucapannya tersebut dengan penuh rasa iri, Dodo, teman sebangku sekaligus tetangganya, tampak tak kuasa menahan rasa irinya dan balas berujar, Ah, paling nggak jadi lagi, dari minggu kemarin juga ngomongnya begitu terus,bohong lah! sambil memainkan mainkan peci nya yang sudah kekecilan.

Rama yang sudah kadung menyombongkan diri, tak mau kalah dan balas menjawab, Si Dodo mah suka sirik aja deh, beneran sekarang mah. Hari ini tanggal 25 kan? Bapak saya pasti sudah gajian, Bapak sudah janji kok, kalau gajian, mau diajak ke Pasar Malam, mau beli pesawat pesawatan!

Daus yang sedari tadi hanya diam menyimak dan menjadi pendengar mulai ikut berdiskusi ketika mendengar kata pesawat pesawatan, Wah, beneran euy Ram? Mau dibeliin pesawat pesawatan? Nanti saya minjem yah!

Rama langsung menukas, Tenang aja Daus, semua boleh pinjem kok, tapi awas lho, jangan dirusakin yah!

****

Ketiga anak tersebut masih asyik mengobrol kesana kemari sambil berjalan pulang. Obrolan mereka masih seputar rencana Rama yang nanti malam akan pergi ke Pasar Malam. Mereka sibuk membahas jenis pesawat apa yang harus dipilih Rama nanti malam. Dodo mengusulkan agar Rama memilih bentuk helicopter dengan baling baling besar seperti kepunyaan Indra yang selama ini selalu pelit dan tidak pernah meminjamkan mainannya. Sedangkan Daus dengan tidak kreatifnya hanya mengatakan bahwa bentuk pesawatnya nanti tidaklah penting, yang paling penting adalah warnanya harus biru, warna kesukaan Daus. Rama hanya tersenyum simpul mendengar perdebatan kedua orang sahabatnya itu.

****

Dasrun, Ayah Rama, masih diam tercenung dan memandangi celana hitamnya yang tergeletak di atas kasur lekat lekat. Seakan akan, hal tersebut dapat secara ajaib mengembalikan uang gajinya selama sebulan, yang mendadak lenyap dari saku celananya itu. Hasil jerih payah selama satu bulan penuh membersihkan toilet, raib begitu saja.

Sayup sayup ia mendengar percakapan seru antara 3 orang anak di teras rumahnya. Dan hatinya terasa tersayat.

===================================================================

Untuk melanjutkan cerita yang menggantung diatas, kumohon kesediaan Bunda Shishil untuk menyambungnya yaaaaa :)


TAGS


-

Author

Follow Me