Dari begitu banyaknya cerita di buku Senandung Cinta dari Rumah Kayu, yang paling melekat di hati ialah tulisan mengenai menjadi orang tua. Sebagai orang tua baru, Dee & Kuti menceritakan pengalamannya dengan sangat unik, terutama dalam hal ini karena si anak merupakan hasil adopsi.
Tulisan dengan judul, “Pendidikan Anak, Tugas Siapa?” sangatlah menggelitik saya. Menurut saya tidak ada istilah salah dan benar dalam mendidik anak karena pada hakikatnya semua orang tua pasti menginginkan yang terbaik bagi anaknya, hanya masalah sudut pandang saja yang berbeda.

Pada tulisan tersebut Dee & Kuti menyoroti pentingnya peranan kaum ibu dalam pendidikan anak dengan perbandingan Ibu bekerja dan Ibu tidak bekerja. Hal ini sangatlah menarik, karena menurut saya, telah terjadi perang terselubung antara Ibu bekerja dan Ibu tidak bekerja.
Yang mana Ibu tidak bekerja DITUDUH, keenakan karena bisa santai dan leyeh leyeh dirumah, nonton infotainment seharian, rumpi tidak jelas juntrungan dengan tetangga, dan yang paling penting adalah….pura2 menidurkan anak, padahal ikutan tidur siang. (itu mah saya…hihihi)
Sedangkan Ibu bekerja DITUDUH kurang mencintai anaknya karena lebih memilih berkarir daripada mengurus anak dirumah.
(Mohon diperhatikan, bahwa saya memakai kata DITUDUH ya :))

Sebagai “stay at home mom” alias ibu tidak bekerja, saya merasakan perang terselubung itu, bagaimana siriknya saya kepada para ibu bekerja, ketika melihat mereka di pagi hari telah berdandan cantik dan bersiap2 pergi ke kantor, sedangkan saya sedang berkutat dirumah, (masih pakai daster butut pula….hihihi) berjuang melewati hectic nya pagi dengan suami yang harus segera berangkat kerja, anak yang masuk TK, dan bayi 8 bulan yang tidak mau lepas dari gendongan.

Tapi di lain cerita ketika saya menelepon salah satu teman saya yang bekerja, dia pun tidak kalah sirik mendengar cerita saya yang sedang mengajari putri pertama saya menulis huruf B kecil (yang selaluuuuu terbalik dengan juruf D), dan ujung ujungnya teman saya menjadi curhat tentang bagaimana repotnya dia karena kewalahan untuk mengatur waktu, tenaga dan perhatian antara pekerjaan dan keluarga, dan betapa sedihnya dia karena kehilangan moment, langkah pertama dan kata pertama anaknya .
Bukankah rumput tetangga memang selalu lebih hijau ya?

Jadi “Pendidikan Anak, Tugas Siapa?”
Walaupun peran Ibu sangatlah penting, seperti yang telah dijabarkan dalam bab tersebut dengan begitu indahnya, tetapi peran ayah sebagai penyeimbang tak kalah pentingnya.
Karena anak adalah “ The greatest copycat” alias peniru yang sangat hebat.

Kita tidak bisa mengharapkan memiliki anak yang welas asih apabila Ayahnya tidak pernah memberikan uang kepada pengemis. (Walaupun pengemis jaman sekarang agak diragukan ya, but that’s another story)
Kita tidak bisa mengharapkan anak kita menjadi anak yang ramah dan supel apabila Ibunya tidak pernah bersilaturahmi kepada tetangga atau saudara.
Kita tidak bisa mengharapkan anak kita menjadi anak yang pemberani, apabila naik Jet Coaster atau Flying Fox saja kita tak berani.

Ayah dan Ibu harus seimbang karena anak adalah cerminan orang tua, dan bila kita berkeinginan untuk mengubah seorang anak, maka kita harus membenahi diri sendiri terlebih dahulu.
Bila terbiasa dicela, maka ia akan cenderung untuk menyalahkan, jika terbiasa dipuji maka ia akan belajar menghargai.

Seperti yang telah disinggung oleh salah satu teman (baru) nge-blog saya, “masa remaja ialah hasil didik dari orang tua di masa sebelumnya”.
Saya sangat setuju itu, karena saya percaya bahwa usia 0-5 tahun (golden age) adalah usia masa pembentukan anak. Semakin besar usia seorang anak, maka akan semakin sulit pula lah bagi kita untuk membentuknya.

Berikut ini hanyalah sebuah ilustrasi yang terjadi di dunia antah berantah :
Dialog ini terjadi antara seorang ibu dengan anak nya yang berusia 2 tahun :
Mama : Sayang, mau makan udah cuci tangan belum ?
Anak : gak mau ah males…
Mama : jangan gitu sayang, kan banyak kuman bekas main, nanti sakit perut lho..
Anak : Ah ga mau sakit perut!!!!…aku mau cuci tangan dulu ah…
Mama : Aduh, pinternya anak mama!!!

Dialog antara seorang ibu dengan anaknya yang beranjak remaja :
Mama : Teh, cuci tangan dulu atuh kalo mau makan
Anak : aduh…buru2 ma..ga sempet, biarin lah
Mama : Kotor kan tangan kamu
Anak : Ngga lah…kan pake sendok…
Mama : Tetep aja kotor teh…..
Anak : Udah lah pake m**** aja biar cepet (menyebut nama merk tisu basah)
Mama : Nanti sakit perut lho!
Anak : Halah!! Ga nyambung deh mama, itu kan tergantung makanan-nya hygienist atau ngga… hayoh…mama nyuci sayur2nya bersih atau ngga nih?
Mama : Lho kok jadi mama sih??!!?

Masih dalam situasi yang sama, dialog yang berbeda
Mama : de, mau bobo berdoa dulu ya…
Anak : aku udah ngantuk banget nih ma….
Mama : tetep harus berdoa dulu, nanti mimpinya jelek lho..
Anak : iiiihh ga mau…iya deh…
Mama : soleh sekali anak mama ini … *hug*…*kiss*

Mama : teh, biasain kalo mau bobo berdoa dulu dong..
Anak : Aku kan kalo mau tidur sambil baca ma jadi suka ketiduran tuh…
Mama : tetep harus berdoa dulu dong…mama perhatiin kamu juga belakangan ini shalat nya kok bolong2 gitu sih…..dosa tau…kamu ga takut masuk neraka emangnya?!
Anak : Waduh mama…sampai saat ini juga kan belum ada bukti konkret-nya neraka itu ada…belum pernah kan ada orang yang mati masuk neraka trus bangun lagi dan bilang sama mama neraka itu gimana? Lagian aku lagi baca bukunya Darwin tentang teori evolusi yang katanya manusia berasal dari monyet, yang mana jauh lebih masuk akal daripada teori penciptaan kalo manusia itu dari tanah, yang relevansinya membuat aku meragukan keberadaan neraka
Mama : Astagfirullah…istighfar teteh…istighfar…
Anak : (mengangkat bahu..)

Sekali lagi….itu hanya ilustrasi……

Maka dapat ditarik kesimpulan, bahwa alangkah pentingnya kekompakan antara Ayah dan Ibu dalam mendidik anak sedari usia dini. Kesabaran dan konsistensi dalam mendidik anak menjadi kunci utama.
Bila banyak orang yang mengatakan bahwa kita harus mengajari anak ini dan itu, saya justru merasa bahwa sebenarnya saya belajar banyak dari anak anak saya.
Saya belajar menjadi orang tua.
Being a parent is an everyday learning for me…..


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google


Comments

   adi_y on 22 Januari, 2010 at 09:28 #

saya setuju bhw anak adalah peniru yg hebat, soal kita banyak belajar pada anak mungkin ada benarnya, tp kita juga pernah jadi anak..pengalaman masa kecil kita bisa jadi beda dg yg kita lakukan pada anak2 kita..menjadi orang tua memang selalu belajar tiap hari mbak, juga mendegarkan karna itu juga salah satu yg membentuk karakter anak2 kita, mereka juga pengen didengar dan dimengerti, selain itu lingkungan sekolah dan teman juga besar pengaruhnya, BTW..saya selalu saluut pada ibu yang murni sebagai ibu rumah tangga..siapa bilang ibu rumah tangga sebuah pekerjaan mudah…salam kenal..

Betul sekali mas Adi…
Terkadang kita suka lupa ya…gimana rasanya jadi anak….dan maunya memaksakan kehendak…
Terkadang mereka hanya ingin didengar…
Makasih sudah berkunjung yaaa…:)

[Reply]


   bintangtimur on 22 Januari, 2010 at 09:56 #

Lagi-lagi saya menahan nafas waktu baca posting ini, semuanya bener banget!
Sayang, saya tidak bisa menuliskannya seindah disini… ;)
Ehm, anak yang mempunyai ibu kayak mbak, pasti akan jadi anak luar biasa :D

Whua!!!!
Makasih banyak ya mba….
Aku juga masih belajar terus nih mba’…
Supaya bisa lebih baik lagi :)

[Reply]


   bintangtimur on 22 Januari, 2010 at 09:58 #

Eh, satu lagi deng…kutipan dari temen baru nge-blog itu, hehehe, bukan saya kan… :P

hehehe…
ya iyalah tulisan nya mba…;P

[Reply]


   h45m1 on 22 Januari, 2010 at 10:59 #

Saya sebagai laki2 dan suami, bisa koq merasakan gimana lelah nya mengurus rumah, capek banget, jd menurut saya, pendidikan anak itu ga seluruhnya ditanggung oleh istri, suami juga harus ikut menjadi pendidik. Kasihan dong sm istri…

Wahhhh….
Sungguh suami yang pengertian :)
Istri mas beruntung banget deh ….:P

[Reply]


   kuti on 22 Januari, 2010 at 13:51 #

wah, satu lagi posting bagus yang masuk…. ilustrasinya menarik…

makasi sekali ya mbak erry

kalu masih sempat, tambah lagi ya? hehehehe ;) ~k

MAkasih mas Kuti :p

[Reply]


   anny on 22 Januari, 2010 at 15:20 #

Ada ungkapan bahwa wanita itu punya seribu langkah dalam kegiatannya dalam rumah tangga, tak kalah super sibuknya ketika harus memanage waktu dan uang serta perhatian yang full untuk keluarga tercinta khususnya buat anak :)

Betul sekali mba Anny,…
kayaknya sih karena wanita di anugerahi Multitasking ya….
Bisa melakukan beragam hal sekaligus dalam waktu yang sama :)

[Reply]


   sunflo on 22 Januari, 2010 at 19:55 #

salam kenal dr sunflo… tugas mendidik anak tuuh keknya tgg jwb bersama yaaa…, tp emang ibu yg dapat porsi lebih besar…^^

Hai Sunflo :)
Setuju banget deh,….suami istri emang harus kompak yaaa:)

[Reply]


   Automania on 22 Januari, 2010 at 22:52 #

berat yah tugas ibu…. tp ayah juga ternyata..

visit yah klo sempet Aksesori Avanza

Oke…
Makasih yaaa:)

[Reply]


   abrus on 23 Januari, 2010 at 00:04 #

Ibu sosok luar biasa … seorang ibu sanggup memberikan kasih sayang kepada 10 orang anak2nya sekaligus … :( … sedangkan 10 orang anak belum tentu mampu memberikan kasih sayang kepada seorang ibunya … hiks

tuduhan predikat si ibu erte dan si ibu karirrr … sah2 saja … :D
salam kenal …

Betul banget mas Abrus…
jadi Ibu emang susah2 gampang yaaa?? :)
Salam kenal juga yaaaa…:)

[Reply]


   oktava on 23 Januari, 2010 at 07:45 #

KEcerdasan anak turun dari seorang ibu… kedisiplinan anak turun dari seorang bapak…

Waahh!!
Begitukah?…aku baru tau nih:)
MAkasih info-nya yaaa….:)

[Reply]


   33ndra on 23 Januari, 2010 at 10:59 #

fungsi ibu dan ayah bagi seorang anak tidak dapat dipisahkan, karena tanpa adanya kerjasama yang baik antara ayah dan ibu tidak akan tercapai tujuan yang diinginkan, yang ada anak akan rancuh dan akan menyebabkan mencari jati dirinya dari pihak luar misalnya teman

Iya….
Betul sekali mas….
Emang harus kompak yaaa :)

[Reply]


   idana on 23 Januari, 2010 at 11:43 #

salam kenal…
belajar menjadi sosok ibu yang baik bagi anakku kelak :D

Hai…
Pasti bisa jadi ibu yang baik kok:)
Salam kenal juga yaa :)

[Reply]


   uni on 23 Januari, 2010 at 13:14 #

pndah sekali penuturannya bunda ^_^, sebelum mengajari putra/putri kita untuk melakukan sesuatu, akan lebih baik bila kita melakukannya terlebih dahulu. :D

Makasih Uni :)
Memang betul, terkadang kita suka lupa yaa…bahwa teladan yang baik itu jauh lebih bermanfaat daripada sejuta nasihat :)

[Reply]


   sauskecap on 23 Januari, 2010 at 23:08 #

lingkungan juga berpengaruh lho mbak, karena keluarga saya termasuk keluarga besar, anak-anaknya cukup banyak dan hasilnya bisa beda-beda…

Iyaaa….
Bener juga ya mba’….
Karena pastinya anak banyak meniru dari lingkungan sekitarnya…

MAkasih udah berkunjung yaaaa:)

[Reply]


   callmemoom on 24 Januari, 2010 at 01:38 #

ikutan lomba ya ? smga berhasil, tulisannya subhanallah..

Makasih yaaaa….:)

[Reply]


   melly on 24 Januari, 2010 at 21:40 #

jadi ibu berat juga yah :) smoga menang tulisannya mba :)
btw Bibi titi teliti itu di majalah Bobo kan yah?

Makasih yaaaa…..:)
Yaaa…jadi ibu dibilang berat ya berat…dibilang mudah ya mudah…hihihi…tergantung suasana hati lah…:)
Bibi Titi Teliti emang dari majalah Bobo….temen-nya Bibi Ketuk Pintu…hihihi

[Reply]


   bono on 25 Januari, 2010 at 15:51 #

emang bener..pendidikan anak itu tanggung jawab kedua orang tua..(yg tidak hanya bapak ngasih duit…ibu nganterin k sekolah aja..!!) apalagi jaman sekarang..pengaruh lingkungan & dunia digital yg semakain bebas & terbuka.. membuat anak2 menjadi lebih kritis… jadi orang tua harus terus belajar & memberikan teladan yg baik..
postingannya bagus2..!

Betuuuuul sekali….:)
Thanks yaaaaa…..:)

[Reply]


   vany on 25 Januari, 2010 at 23:10 #

wah, tulisan mbak bisa buat bahan belajar saia ketika mjd ortu kelak nih :D
sbnrnya jd ibu rumah tangga atau ibu berkarir sama mulianya koq, mbak (kalo g slh mbk erny udh baca buku tulisan di blogkuw ttg itu kan? hihihi)

kalo di keluargakuw siyh, papa dan mamaku sama2 pny peranan penting dan kompak dlm mendiidk aku dan adik2 siyh, mbak….
jadi, gak cuma mama ajah yg ikut campur…hehehe

semoga mbak erry bisa menjadi ibu rumah tangga yg baik ya…. :)
*slm kenal dan makasih bnyk udah kasih komen di blogkuw ya, mbak. maav bgt krn br sempat mmapir nih*

Thanks ya Van….

[Reply]


   aribicara on 26 Januari, 2010 at 09:24 #

Memang repot kalau sudah saling cari lempar tanggung jawab :)
Tapi kl udah saling ngerti dna memahami kl mendidik itu tanggung jawab bareng2 kn enak dan ga ribut :)
Iya…betul banget mas….
Emang orang tua harus kompak ya mas…:)

[Reply]


   p.s. i love you » Blog Archive » And the winner is….. on 1 Februari, 2010 at 00:04 #

[...] Pendidikan Anak Tugas Siapa di [...]

Asik,…asik…aku mau dapet hadiah :)


[...] Pendidikan Anak Tugas Siapa di [...]

Asiiiik,,,menang!!!!


   Pemenang Rumah Kayu Writing Contest | Satlaser.com on 1 Februari, 2010 at 13:04 #

[...] Pendidikan Anak Tugas Siapa di [...]

Horeeeee!!!!


   bono on 2 Februari, 2010 at 15:49 #

Selamat ya bu… :)
makasih yaaaa
sok formil ah…:)

[Reply]


   nchie on 3 Februari, 2010 at 08:05 #

very..very..good..siph..
gwe dukung lu..200%.hehhee…
emang gmpang2 susah mnjd good mom,dngn brsha dan slalu bdoa insyaallh kita pasti bisa membrkan yg terbaik bwt anak2 kita.
inget ..belajar..belajar ..itu kuncinya..
dan sabar..sabar..dlm mngrs anak …
smg kita adalah mom2 yg d idamkan anak2 kita amin..

nciiiii….
thanks yaaaa…..
loe emang selalu support gue:)
*terharu*

[Reply]


   rahmat hidayat on 3 Februari, 2010 at 16:37 #

inspiring and thanks

thank you for u too:)

[Reply]


   Pemenang Rumah Kayu Writing Contest | Satlaser.com on 4 Februari, 2010 at 01:04 #

[...] Pendidikan Anak Tugas Siapa di [...]

Asiikk…asiiik….


   Astaga.com lifestyle on the net on 7 Februari, 2010 at 02:12 #

Wah bagus sekali postingannya.
Memang pantas untuk mendapatkan hadiah.

Sekali lagi selamat.

Makasih mas Randi….:)
Waduh dipuji begini aku jadi tambah semanget lagi nih nulisnya:)

Maksih udah mampir yaaa….:)

[Reply]


   Pemenang Rumah Kayu Writing Contest | Satlaser.com on 7 Februari, 2010 at 13:03 #

[...] Pendidikan Anak Tugas Siapa di [...]

hore!!!!


   ndot on 7 Februari, 2010 at 21:32 #

slmt y nenk…apa nie hdiahnya?….hahaha

hihihi…
kagak bakalan gue bilang2in….
ntar loe minta lagi :)

[Reply]


   Pemenang Rumah Kayu Writing Contest | Satlaser.com on 10 Februari, 2010 at 01:09 #

[...] Pendidikan Anak Tugas Siapa di [...]


   mala on 23 Maret, 2010 at 00:10 #

mbakkk, postingan ini ngingetin sama mata kuliah psiko perkembangan (yg kuulang dua kali) he :mrgreen:

kayla dan fathir beruntung deh punya mbak erry..

[Reply]


   faidil on 22 Juni, 2010 at 14:29 #

terima kasih atas infonya

sama sama :)

[Reply]


   faza on 30 Nopember, 2010 at 09:38 #

nice…………… ^_^v

[Reply]


Post a Comment
Name:
Email:
Website:
Comments:

  • 100_4472
  • Checkpagerank.net
  • Indostats | Free counter Indonesia
  • free counters
  • Melon Widget